Lewati ke konten

1. Alamat IP & Interface

Setiap perangkat di jaringan punya alamat IP, misalnya 192.168.50.20. Angka di belakang garis miring — /24 — adalah prefix yang menunjukkan ukuran jaringannya:

Notasi Artinya Jumlah alamat
192.168.50.20/24 jaringan 192.168.50.0 – 192.168.50.255 256
10.10.10.2/24 jaringan 10.10.10.0 – 10.10.10.255 256
10.10.10.1/32 satu alamat saja 1

Rentang berikut hanya berlaku di jaringan lokal dan tidak bisa diakses langsung dari internet:

  • 10.0.0.0/8
  • 172.16.0.0/12 (dipakai Docker: 172.17.x.x)
  • 192.168.0.0/16 (jaringan rumah dan kantor)

Server lab di rumah biasanya punya IP privat. Supaya bisa diakses dari internet, kita butuh perantara dengan IP publik — itulah peran VPS di GSTNV-LAB.

Terminal window
ip a # semua interface + IP (lengkap)
ip -br a # versi ringkas, satu baris per interface
hostname -I # IP server saja
Interface Fungsi
lo loopback 127.0.0.1 — server berbicara dengan dirinya sendiri (localhost)
eth0 / ens18 kartu jaringan utama
wg0 tunnel WireGuard (muncul setelah bab 5)
docker0 jaringan internal Docker
Terminal window
ip route
# default via 192.168.50.1 dev eth0
# 192.168.50.0/24 dev eth0 ...

Baris default via 192.168.50.1 berarti: semua paket yang tujuannya bukan jaringan lokal dikirim ke gateway (router) di 192.168.50.1, lalu router meneruskannya ke internet.

File ini memetakan nama ke IP secara lokal, dan dicek sebelum DNS. Berguna untuk menguji domain sebelum DNS-nya diubah — trik ini dipakai di lab kursus Nginx.

Lab: Mengenal alamat IP server
Misi 0/5
  1. Lihat semua interface jaringan beserta alamat IP-nya.
    Petunjukip a
  2. Tampilkan versi ringkasnya.
    Petunjukip -br a
  3. Tampilkan IP server saja dengan hostname.
    Petunjukhostname -I
  4. Lihat tabel routing — ke mana paket dikirim.
    Petunjukip route
  5. Baca file /etc/hosts, "buku telepon" lokal server.
    Petunjukcat /etc/hosts